Senin, 26 November 2012

Tersesatnya Pendidikan Matematika



Pendidikan bagi setiap orang memiliki esensi yang sama seperti kebutuhan manusia akan udara. Manusia takkan bisa hidup tanpa udara, sama halnya dengan pendidikan dimana pendidikan merupakan awal manusia membentuk akal, sikap dan karakternya agar mampu menjadi manusia yang terdidik dan berguna serta mampu mengaplikasikan ilmu yang ada untuk kebaikan. Salah satu jenis pendidikan yang sangat penting adalah pendidikan matematika yang mengajarkan konsep berfikir dengan menggunakan intuisi. Setiap orang pastinya sadar akan pentingnya pendidikan matematika tetapi masih banyak kaum yang tidak mengerti bagaimana sebaiknya sistem pendidikan matematika itu dijalankan agar mampu menghasilkan manusia yang berkarakter tanpa mengubur intuisi mereka. Campurtangan para matematika murni didalam pendidikan matematika adalah salah satu alasan kehancuran pendidikan matematika.
Matematika murni adalah para prajurit powernow yang selalu mengandalkan kekuatan, politik, ekonomi dalam melancarkan aksinya. Amerika merupakan sponsor powernow dimana terjadinya persatuan antara pragmatis, kapitalis, hedonis. Pelan tapi pasti para powernow ini sudah berkuasa di Indonesia dan akibatnya Indonesia sekarang sudah menjadi Amerika kecil. Jika ingin melihat melihat Indonesia kedepan maka lihatlah Amerika dibelakang harin dan ini adalah salah satu bentuk ketidakberdayaan kita pada powernow.
Industrialisme adalah landasan powernow yang menanamkan bahwa dasar pondamen dari kurikulum adalah teknologi. Kurikulum yang seperti ini pada akhirnya akan membunuh intuisi seorang anak karena seharusnya mereka belajar melalui pengalamannya dengan membiarkan mereka bermain mengembangkan intuisi. Pendidikan agama, menyanyi, menari, menggambar dan yang lain adalah pendidkan yang mendukung berkembangnya intuisi anak. Bagaimana intuisi itu dapat terus melekat pada seorang anak jika pada saat dia kecil sudah dikenalkan dengan teknologi dan dipaksa untuk berfikir secara matematika? Seironis inilah nyatanya pendidikan matematika yang ada di negara Indonesia. Para powernow tersebut mengajarkan matematika lalu yang lainnya akan mengikuti dimana hal yang lain tersebut termasuk pendidikan. Artinya matematika murni menganggap kecil pendidikan dan itu merupakan suatu pemikiran yang sangat bodoh. Mereka tidak sadar bahwa dampak dari pola pikir mereka adalah hilangnya intuisi dari anak-anak yang diajarkan dengan sistem mereka. Intuisi anak ada lebih dari 80% dan itu akan semakin hilang ketika mereka dewasa dikarenakan diajarkan dengan sangat keras.
Seperti yang kita sudah ketahui ada beberapa anak yang pada umurnya seharusnya dia menikmati masa-masa bermain tetapi nyatanya dia sudah memiliki pemikiran seperti seorang ilmuwan. Kalu kita lihat hal ini dari sisi filsafatnya adalah kesalahan besar dimana akibat dari proses tersebut adalah hilangnya intuisi dari diri anak tersebut. Mengajarkan generasi muda dengan keras memang pada akhirnya akan menghasilkan generasi yang pintar dan ambisius. Tetapi apalah arti dari semua itu jika sang anak pada akhirnya akan hidup seperti robot, keambiusan yang dia miliki tidak menuntun dia untuk hidup berbahagia karena dia hanya menginginkan kesempurnaan dan hal-hal baru yang dapat diciptakan. Bahkan terkadanga mereka mulai melupakan agama mereka sendiri. Apakah generasi seperti itu yang kita harapkan? Mari sejenak kita merenung dan pikirkan bagaimana nasib pendidikan kita kedepannya.

Selasa, 13 November 2012

MENELUSURI JALAN FILSAFAT



Oleh : Astri Wahyuni dan Nurul Afni Sinaga


1.    Mengapa jika kita tidak mengikuti suatu pemikiran yang sudah diakui banyak orang maka kita dianggap aneh?
Jawab:
jika Kita dianggap aneh oleh sekelompok orang yang telah memiliki dan sepakat menggunakan suatu paradigma atau pemikiran tertentu, tetapi itu tidak mutlak karena masing-masing kita berhak memiliki pemikiran yang berbeda dengan siapa pun selama hasil pemikiran kita benar dan tidak berdampak buruk pada orang lain.
Tanggapan saya:           
Memang benar tidak salah jika kita berbeda pandangan dengan yang lain selama itu tidak merugikan siapapun. Tetapi sesuatu yang sudah diakui oleh banyak orang biasanya itulah kebenaran yang diakui dan jika kita ingin diterima dilingkungan atau suatu komunitas, kita harus ikut mempercayai. Contoh yang saya maksud adalah paradigma seseorang tentang gender. Jika diperhatikan seseorang akan terlihat biasa jika melihat dua orang wanita berjalan sambil bergandengan tangan, tetapi mengapa ketika dua orang lelaki berjalan sambil bergandengan tangan akan menimbulkan suatu kontroversi? Padahal yang mereka lakukan tidaklah salah sebagai teman. Paradigma yang sudah tertanam ini tidaklah mudah untuk mengubahnya, karena itu jika kita ingin sosialisasi kita lancar pada masyarakat kita ikuti saja paradigma yang ada selama itu tidak merugikan kita dan orang lain.

2.     Bagaimana kita bisa bergaul dengan baik didalam komunitas yang memiliki paradigma (mindset) berbeda atau bergaul dengan baik dengan orang yang memiliki perilaku yang kurang kita sukai?
Jawab:
Sebenarnya kita dapat bergaul dengan semua orang tanpa memikirkan apakah orang tersebut satu pola pikir atau tidak dengan kita. Jika kita menjumpai seseorang yang memiliki pola pikir yang berbeda maka adalah wajar karena kita diciptakan dengan design yang berbeda, disini kita dituntut untuk dapat melakukan hal yang terbaik. Seandainya pola pikir seseorang tersebut cenderung salah maka kita boleh bergaul dengannya tetapi tidak mengikuti apa yang menjadi pikirannya tersebut, atau jika kita  mampu dapat merubahnya menjadi lebih baik.
Tanggapan saya:
Saya setuju dengan pendapat anda yang mengatakan kita dapat bergaul dengan siapapun. Sejatinya setiap manusia memiliki perilaku, cara pandang dan pola pikir yang berbeda. Kita harus menyeimbangkan pola pikir kita dan pola pikir orang tersebut. Jika kita tidak sepaham kita bisa mendiskusikannya. Begitu juga dengan perilaku yang kita anggap salah, kita bebas berteman dengan siapapun termasuk dengan orang yang memiliki perilaku menyimpang, tetapi kita harus tahu batasan kapan kita harus mengikuti cara mereka dan kapan kita tidak bisa mengikutinya.

3.      Bagaimana caranya mengubah paradigma (mindset) seseorang?
Jawab:
Jika paradigma diartikan sebagai perbedaan cara pandang, maka  untuk merubah paradigma itu tidaklah mudah karena membutuhkan ilmu, bukti lain yang benar dan kerjasama banyak orang untuk merubahnya. Jika berbicara mengenai seorang individu yang mempunyai paradigma maka kita tidak berhak untuk merubahnya, yang dapat kita lakukan adalah mengingatkan orang yang bersangkutan saat ia salah.
Tanggapan saya:
Menurut saya memang tidak mudah mengubah paradigma (mindset) seseorang. Jika mindset orang tersebut tidak merugikan siapapun itu bukanlah menjadi suatu masalah. Tetapi jika paradigma seseorang itu salah dan dapat merugikan orang banyak maka kita tidak salah jika merubah pandangan tersebut. Kita mengubah paradigma seseorang tersebut dengan menunjukkan landasan-landasan yang benar dan menunjukkan akibat-akibat dari pemikirannya yang salah.

4.      Apakah cinta sejati menurut anda?
Jawab:

Cinta sejati adalah cinta pada dzat Illahi rabbi yang telah menciptakan kita dengan segala kesempuranaan design, dengan cinta yang luar biasa dan kasih sayangnya yang tak terhingga. Wujud cinta kita kepada Allah SWT Adalah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dengan rasa ikhlas.
Tanggapan saya:
Cinta sejati menurut tanggapan saya adalah cinta kepada ALLAH SWT. Karena segala sesuatu yang kita cintai didunia ini adalah dengan berlandaskan cinta kita kepada ALLAH SWT. Kita mencintai Ayah Ibu kita karena ALLAH SWT, mencintai pasangan kita karena ALLAH SWT dan mencintai apapun yang ada didunia ini berlandaskan cinta kita kepada ALLAH. Maka dari itu hanya karena ALLAH SWT lah cinta sejati itu ada.

5.      Bagaimana caranya berfilsafat yang baik agar tidak menimbulkan mitos?
Jawab:
Jika mitos diartikan sebagai kesalahan, berhenti, atau ketidaktahuan. Maka, agar dalam berfilsafat tidak terjadi mitos kita harus mengetahui bahwa dalam bebasnya berfilsafat tetap berlandaskan ketuhanan yang dapat mengarahkan pemikiran kita pada jalur yang benar. Jangan sampai dalam berfilsafat kita tersesat dan melakukan hal yang salah, karena hal tersebut dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain.
Tanggapan saya:
Saya setuju dengan pendapat anda bahwa dengan berlandaskan Tuhan maka kita akan terhindar dari mitos. Denagn percaya kepada Tuhan dan hati maka filsafat yang kita gapai tidak akan mengarah kejalan yang salah dan menimbulkan mitos. Jika kita tetap pada landasan Tuhan diatas segala-galanya maka filsafat yang kita gapai akan mendatangkan ilmu yang bermanfaat bagi diri kita maupun orang lain.

6.      Bagaimana tanggapan anda tentang hukum karma?
Jawab:
“Hukum karma” itu tidak jelas dasar hukumnya dan entah siapa yang menciptakan kata tersebut, sejauh ini beberapa orang mengartikan bahwa hukum karma itu adalah balasan dari segala bentuk perbuatan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain. Menurut saya makna yang beredar tersebut hanya ingin memperingatkan kepada kita agar tidak berlaku semena-mena terhadap orang lain, karena saat orang lain merasakan kesedihan, penderitaan dan lain sebagainya karena ulah kita maka Allah juga akan memberikan teguran atau ganjaran kepada kita.
Tanggapan saya:
Benar adanya jika karma adalah balasan dari segala bentuk perbuatan buruk yang akan kita terima dalam bentuk kejadian buruk pula yang akan kita alami. Dalam islam juga tidak mengajarkan bahwa hukum karma itu berlaku, tetapi dalam kenyataanya apa yang menjadi pengertian dari karma tersebut memang terjadi. Seseorang akan mengalami hal buruk jika sebelumnya dia pernah melakukan hal buruk. Tetapi saya pribadi lebih memaknainya sebagai bentuk balasan ALLAH SWT karena sejatinya ALLAH SWT itu adil terhadap umatnya dan karna itu sendiri hanyalah ungkapan agar manusia lebih sadar bahwa ketika kita melakukan sesuatu yang buruk masih ada ALLAH SWT yang maha mengetahui dan bisa saja ALLAH SWT akan membalas keburukan yang kita lakukan dengan keburukan juga.

7.      Bagaimana menumbuhkan rasa ikhlas ketika kita mengalami banyak kesulitan dan masalah?
Jawab:
Untuk menumbuhkan rasa ikhlas saat  mengalami kesulitan atas masalah yang menimpah, hal pertama yang dapat kita lakukan adalah dengan menyadari bahwa semua masalah yang ada adalah cobaan bagi kita. Dimana jika kita dapat melewati semua bentuk cobaan itu maka bertambah kuatlah iman kita, melakukan segala sesuatu dengan ikhlas adalah awal dari kemudahan.
Tanggapan Saya:
Saya setuju dengan pendapat anda dan saya ingin menambahkan selain kita harus menyadari bahwa semua yang terjadi adalah cobaan, kita juga harus banyak berserah diri pada ALLAH SWT. Cobaan yang kita terima adalah bentuk kasih saya ALLAH SWT kepada kita dan kita harus tahu bagaimana caranya bersyukur atas hal tersebut.

8.      Mengapa kita hidup?
Jawab:
Kita diciptakan Allah dan hidup dimuka bumi adalah untuk menjadi seorang khalifah, melakukan segala kebaikan dan menjaga semua hal yang ada dimuka bumi ini. Allah tidak menyukai orang-orang yang melakukan kerusakan, maka teruslah berbuat baik karena semulia-mulianya perbuatan adalah perbuatan baik yang bermanfaat bagi orang lain.
Tanggapan saya:
Saya sependapat dengan anda yang mengatakan bahwa kita sejatinya adalah seorang khalifah. Dan tugas seorang khalifah adalah menjadi pemimpin setidaknya untuk dirinya sendiri dan melakukan kebajikan atas nama ALLAH SWT. Dan mengapa kita hidup dibumi yang indah ini gunanya adalah untuk mengelola isi bumu dan alamnya agar bermanfaat untuk sesama. Maka ALLAH SWT akan melihat para khalifahnya yang benar-benar melakukan tugasnya dengan baik atau tidak.

9.      Bagaimana anda membangun filsafat?
Jawab:
Membangun filsafat dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya meningkatkan pola pikir dan keingintahuan kita terhadap sesuatu hal yang direlialisasikan dengan tindakan, membuat karya filsafat, memperbaiki segala hal yang kurang baik menjadi lebih baik juga dapat dikatakan membangun filsafat. Contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan mensintesis pengalaman untuk membangun filsafat.
Tanggapan saya:
Tanggapan saya membangun filsafat adalah dengan memadukann tesis dan antitesis yang ada sehingga menghasilkan sebuah sintesis, ketika proses dari memadukan tesis dan antitesis itu berlangsung sampai menghasilkan sebuah sintesis, maka disitulah letak dimana kita membangun sebuah filsafat. Dan sejatinya sintesis yang telah ada akan menjadi sebuah tesis, ketika kita memadukan tesis tersebut dengan antitesisnya maka akan didapat sintesis lainnya dan begitu seterusnya.

10.  Banyak orang yang menjalankan perintah agama karena takut akan dosa. Padahal mungkin saja alasan mereka tersebut sudah termasuk dosa karena tidak ada unsur ikhlas. Bagaimana menurut pendapat anda?
Jawab:
Menurut saya, jika kita menjalankan perintah agama karena takut dosa itu adalah kesalahan besar karena sejatinya melaksanakan perintah agama itu adalah wajib yang didasari oleh rasa  ikhlas dalam mengamalkannya. Disini perlu diperbaiki niat yang sudah ada agar kita tidak salah dalam mengamalkan segala perintah agama.
Tangggapan saya:
Saya setuju dengan pendapat anda yang mengatakan bahwa menjalankan perintah agama harus dilandasi rasa ikhlas karena ALLAH SWT. Kita tidak melakukan perintah agama untuk mengejar pahala tetapi murni karena itu adalah suatu kewajiban dan sunah-sunah yang ada adalah anjuran Allah dan Rasulnya, maka jika kita ingin semakin merasa dekat dengan ALLAH SWT dan Rasulullah SAW maka lakukanlah segala kewajiban maupun sunnah yang ada dengan ikhlas.