Filsafat sebagai suatu ilmu pengetahuan yang berusaha mencari kebenaran.
Sumber dari filsafat adalah manusia dimana akal dan hati manusia yang sehat
yang berusaha untuk mencari kebenaran dan pada akhirnya memperoleh kebenaran.
Pertentangan antara akal dan hati itulah yang pada dasarnya menjadi isi dari
sejarah filsafat dan rivalitas antara keduanya telah terjadi di dalam sejarah
peradaban.
Sejarah perkembangan filsafat terjadi seiring dengan perkembangan filsafat
itu sendiri. Dalam perkembangan awalnya para pemikir Yunani di abad ke-6 SM
mulai mencari jawaban tentang rahasia-rahasia alam semesta dengan cara berfikir
sendiri dan tidak lagi mencari-cari dari
cerita mitos. Beberapa filsuf terkemuka telah mengemukakan cara pandangnya
dengan membentuk aliran filsafat. Berikut beberapa pemikir filsafat yang sangat
berpengaruh dan akan terlihat bagaimana cara berfikir mereka.
PARA PEMIKIR
FILSAFAT ZAMAN YUNANI KUNO
THALES (624-546SM)
Seorang Miletus yang digelari bapak filsafat karena dialah orang pertama
yang berfilsafat. Pertanyaan dasar yang telah mengangkatnya menjadi filsuf
adalah “Apa sebenarnya bahan alam semesta
ini?”. Ia sendiri dengan cara berfikirnya menjawab air karena Ia melihat air adalah sesuatu yang amat diperlukan dalam
kehidupan dan menurut pendapatnya bumi ini terapung diatas air. Pertanyaan itu dijawab dengan menggunakan akal
bukan agama ataupun kepercayaan lainnya.
ANAXIMENDER
Menjelaskan bahwa substansi pertama
bersifat kekal dengan sendirinya dan ia mengatakan bahwa udara adalah jawabannya. Alasannya
karena udara adalah sumber dari segala kehidupan.
HERACLITUS
(544-484)
Heraclitus menyatakan bahwa “Engkau
tidak dapat terjun kesungai yang sama dua kali karena air sungai itu selalu
mengalir”. Melalui pemikiran Heraclituslah paham relativisme semakin
memiliki dasar. Ia menyatakan bahwa alam semesta ini selalu berada dalam
keadaan berubah termasuk kebenaran sekalipun.
PARMANIDES (450 SM)
Mempertanyakan tentang “Apa standard
kebenaran dan apa ukuran realitas? Bagaimana hal itu dapat dipahami?”. Ia
menjawab “Ukurannya ialah logika yang
konsisten”. Ia menjelaskan bahwa benar tidaknya suatu pendapat diukur
dengan logika. Dengan kata lain Ia mengatakan bahwa kebenaran diukur dari akal
manusia sama artinya dengan mengatakan kebenaran diukur oleh manusia itu
sendiri. Terjadi suatu permasalahan pada pemikiran Heraclitus karena banyak
yang mempertanyakan konsekuensi dari pemikirannya
ZENO (490 SM)
Mulai menemukan konsekuensi dari pemikiran Heraclitus dengan merelatifkan
kebenaran yang ada. Ia mengatakan bahwa “Kebenaran
itu relaif, tergantung bagaimana cara membuktikannya”. Cara berfikir
seperti ini jatuh kepada barisan sofis (semua kebenaran itu relative).
PROTAGORAS
Salah seorang tokoh yang berada dibarisan sofis yang menyatakan bahwa “Manusia adalah ukuran kebenaran”. Ia
mengatakan pula bahwa kebenaran bersifat pribadi, akibatnya tidak akan ada
ukuran yang absolut dalam etika, metafisika maupun agama. Bahkan teori-teori
dalam matematika tidak juga dianggapnya memiliki kebenaran yang absolut.
GORGIAS
Ada tiga proposisi yang diajukan Grogias (1) Pemikiran lebih baik tidak menyatakan apa-apa tentang realitas. (2)
Bila sesuatu itu ada ia tidak dapat diketahui. Ini disebabkan oleh
penginderaan itu tidak dapat dipercaya, penginderaan itu sumber ilusi. (3) Sekalipun realitas itu dapat diketahui,
ia tidak dapat kita beritahukan kepada orang lain.
SOCRATES (470-399
SM)
Filsuf terkemuka setelah Thales yang menyatakan bahwa filsafat adalah suatu peninjauan diri yang bersifat reflektif dari
kehidupan yang adil dqan bahagia.
PLATO (427-347 SM)
Seorang sahabat dan murid dari socrates ini mengubah pengertian kaearifan yang semula bertalian dengan soal-soal
praktis dalam kehidupan menjadi pemahaman intelektual. Ia menegaskan bahwa para filsuf merupakan pecinta pandangan
tentang kebenaran. Dalam pencarian terhadap kebenaran tersebut, hanya filsuf
yang dapat menemukan dan menangkap pengetahuan tentang ide yang abadi dan tak
berubah. Filasafat Plato ini kemudian dikenal dengan Filsafat Spekulatif.
ARISTOTELES
(384-332)
Aristoteles adalah salah seorang murid Plato yang sering bertentangan
pendapat dengan gurunya. Tapi pada prinsipnya Ia mengembangkan paham yang
dikemukakan gurunya. Aristoteles mengemukakan bahwa kearifan merupakan kebajikan intelektual tertinggi dan menyatakan bahwa
filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran.
Pemikiran-pemikiran dari beberapa filsuf ternama pada masa Yunani kuno
tersebut telah memperlihatkan bahwa didalam filsafat terdapat lebih dari satu
kebenaran tentang suatu persoalan. Sebabnya ialah bukti kebenaran teori dalam
filsafat terletak pada logis atau tidaknya argumen yang digunakan, bukan
terletak pada konklusi (kesimpulan).
PARA PEMIKIR
FILSAFAT PADA ABAD PERTENGAHAN
PLOTINUS (204-270)
Plotinus mengatakan bahwa Tuhan bukan
untuk dipahami tetapi untuk dirasakan, karena itu tujuan filsafat adalah untuk
bersatu dengan tuhan. Filsafat rasional dan sains tidak penting dan merupakan
sesuatu yang sia-sia mempelajarinya.
AGUSTINUS (354-430)
Ajaran agustinus berpusat pada Tuhan dan manusia. Menurut Agustinus, kebenaran itu bukanlah relatif melainkan
mutlak yaitu ajaran agama. Ia juga mengatakan bahwa mempelajari alam adalah
sia-sia karena yang paling penting adalah cinta kepada Tuhan. Tidak perlu
dicari dan dipelajari, cukup tanya pada hati.
ANSELMUS
(1033-1109)
Anselmus adalah tokoh yang mengeluarkan pernyataan credo ut intelligam yang merupakan ciri utama filsafat abad
pertengahan. Credo ut intelligam berarti
mengimani terlebih dahulu lalu mengerti.
Hal ini berlawanan denga filsafat rasional yang mendahulukan mengerti lalu mengimani.
THOMAS AQUINAS
(1225-1274)
Aquinas menyatakan bahwa semua realitas itu dibimbing oleh Tuhan dan tanpa
bimbingan tuhan, manusia tidak mengetahui apa-apa. Ada dua jalur
pengetahuan dalam filsafat Aquinas (1) Jalur akal yang dimualai dari manusia dan
berakhir pada Tuhan (2) Jalur iman yang dimulai dari Tuhan didukung oleh akal.
Dapat dilihat bahwa pada abad pertengahan, iman benar-benar menang melawan
akal dan berhasil mendominasi jalan hidup abad pertengahan. Karena itu pada
abad pertengahan, filsafat-filsafat yang dikemukakan banyak mendapat kritikan.
PARA PEMIKIR
FILSAFAT PADA ZAMAN MODERN
RENAISSANCE
Zaman modern filsafat didahului oleh zaman Renaissance dimana tokoh utama
filsafat modern ini adalah Rene Descrates. Ciri-ciri filsafat ini adalah
menghidupkan kembali rasionalisme Yunan, individualisme, humanisme, lepas dari
pengaruh agama dan lain-lain.
RASIONALISME
Rasionalisme adalah paham filsafat
yang mengatakan akal adalah alat terpenting untuk memperoleh pengetahuan dan
mengetes pengetahuan. Tokoh-tokoh yang terkenal dalam aliran rasional pada
abad modern ini antara lain Rene Descrates (1596-1650), Nicholas Malebranche
(1638-1775), De Spinoza (1632-1677), Gottfried Wilhelm Leibniz (1646-1716),
Christian Wolf (1679-1754) dan Blaise Pascal (1623-1662)
IDEALISME OBJEKTIF
Idealisme adalah doktrin yang mengajarkan bahwa hakikat dunia fisik hanya
dapat dipahami dalam ketergantungannya pada jiwa dan spirit. Tokoh-tokoh yang
terkenal dalam aliran ini adalah Fichte (1762-1814), Schelling (1755-1854),
Hegel (1770-1831)
IDEALISME THEIST
-
Pascal (1623-1662)
Ada dua cara memperoleh pengetahuan yaitu menggunakan akal dan menggunaka
hati.Akal dengan segala perangkat yang dimilikinya dapat mengetahui aspek-aspek
tertentu, tatkala akal tidak dapat menjangkau sesuatu maka hati dapat
menyingkap hal itu.
-
Immanuel Kant
(1724-1804)
Menurutnya filsafat adalah ilmu yang menjadi pokok pangkal dari segala
pengetahuan yang didalamnya tercakup masalah epistemologi, etika dan masalah
ketuhanan.
EMPIRISME
Empirisme adalah suatu doktrin filsafat yang menekankan
peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan mengecilkan peranan akal. Tokoh-tokoh
yang terkenal dalam aliran ini adalah John Locke (1632-1704), David Hume
(1711-1776)Herbet Spencer (1820-1903)
PRAGMATISME
Aliran ini bersedia menerima sesuatu asal membawa akibat
praktis atau memiliki patokan manfaat bagi hidup praktis. Ada tiga patokan yang
disetujui oleh aliran pragmatisme yaitu (1) Menolak segala intelektualisme (2)
Absolutisme (3) Meremehkan logika formal
EKSISTENSIALISME
Aliran filsafat ini sangat susah dipahami karena kaum
eksistensialis sendiri tidak sepakat dengan apa sebenarnya neksistensialisme
itu. Namun ada sesuatu yang disepakati bahwa baik filsafat eksistensi maupun
filsafat eksistensialisme sama-sama menempatkan cara wujud manusia sebagai tema
sentral. Yang dimaksud dengan filsafat eksistensi adalah menmpatkan cara wujud
manusia sebagai manusia sentra sedangkan yang diamksud dengan filsafat
eksistensialisme, rumusannya lebih sulit dari eksistensi. Tokoh-tokoh yang
terkenal dalam aliran ini adalah Soren Kierkegaard (1813-1855), Jean Paul
Sartre (1905-1980).
Dapat disimpulkan bahwa pada zaman modern filsafat lepas dari cengkraman
agama kristen seperti yang terjadi pada abad pertengahan. Akal lebih
mendominasi pada filsafat zaman modern. Pada dasarnya keseluruhan filsafat
modern mengambil pemikiran filsafat sofisme yunani, hanya pada kant yang
sedikit berbeda.
Pertanyaan
Saya pernah mendengar seseorang mengatakan “kenyataan adalah buah dari
masalalu” Bagaimana pendapat bapak tentang pernyataan tersebut? Apakah hukum
karma memang berlaku di hidup ini?