Oleh
: Astri Wahyuni dan Nurul Afni Sinaga
1.
Mengapa
jika kita tidak mengikuti suatu pemikiran yang sudah diakui banyak orang maka
kita dianggap aneh?
Jawab:
jika Kita dianggap aneh
oleh sekelompok orang yang telah memiliki dan sepakat menggunakan suatu
paradigma atau pemikiran tertentu, tetapi itu tidak mutlak karena masing-masing
kita berhak memiliki pemikiran yang berbeda dengan siapa pun selama hasil
pemikiran kita benar dan tidak berdampak buruk pada orang lain.
Tanggapan saya:
Memang
benar tidak salah jika kita berbeda pandangan dengan yang lain selama itu tidak
merugikan siapapun. Tetapi sesuatu yang sudah diakui oleh banyak orang biasanya
itulah kebenaran yang diakui dan jika kita ingin diterima dilingkungan atau
suatu komunitas, kita harus ikut mempercayai. Contoh yang saya maksud adalah
paradigma seseorang tentang gender. Jika diperhatikan seseorang akan terlihat
biasa jika melihat dua orang wanita berjalan sambil bergandengan tangan, tetapi
mengapa ketika dua orang lelaki berjalan sambil bergandengan tangan akan
menimbulkan suatu kontroversi? Padahal yang mereka lakukan tidaklah salah
sebagai teman. Paradigma yang sudah tertanam ini tidaklah mudah untuk
mengubahnya, karena itu jika kita ingin sosialisasi kita lancar pada masyarakat
kita ikuti saja paradigma yang ada selama itu tidak merugikan kita dan orang
lain.
2. Bagaimana
kita bisa bergaul dengan baik didalam komunitas yang memiliki paradigma (mindset)
berbeda atau bergaul dengan baik dengan orang yang memiliki perilaku yang
kurang kita sukai?
Jawab:
Sebenarnya kita dapat
bergaul dengan semua orang tanpa memikirkan apakah orang tersebut satu pola
pikir atau tidak dengan kita. Jika kita menjumpai seseorang yang memiliki pola
pikir yang berbeda maka adalah wajar karena kita diciptakan dengan design yang
berbeda, disini kita dituntut untuk dapat melakukan hal yang terbaik. Seandainya
pola pikir seseorang tersebut cenderung salah maka kita boleh bergaul dengannya
tetapi tidak mengikuti apa yang menjadi pikirannya tersebut, atau jika
kita mampu dapat merubahnya menjadi
lebih baik.
Tanggapan saya:
Saya
setuju dengan pendapat anda yang mengatakan kita dapat bergaul dengan siapapun.
Sejatinya setiap manusia memiliki perilaku, cara pandang dan pola pikir yang
berbeda. Kita harus menyeimbangkan pola pikir kita dan pola pikir orang
tersebut. Jika kita tidak sepaham kita bisa mendiskusikannya. Begitu juga
dengan perilaku yang kita anggap salah, kita bebas berteman dengan siapapun
termasuk dengan orang yang memiliki perilaku menyimpang, tetapi kita harus tahu
batasan kapan kita harus mengikuti cara mereka dan kapan kita tidak bisa
mengikutinya.
3.
Bagaimana
caranya mengubah paradigma (mindset) seseorang?
Jawab:
Jika paradigma
diartikan sebagai perbedaan cara pandang, maka
untuk merubah paradigma itu tidaklah mudah karena membutuhkan ilmu,
bukti lain yang benar dan kerjasama banyak orang untuk merubahnya. Jika
berbicara mengenai seorang individu yang mempunyai paradigma maka kita tidak
berhak untuk merubahnya, yang dapat kita lakukan adalah mengingatkan orang yang
bersangkutan saat ia salah.
Tanggapan saya:
Menurut saya memang tidak mudah mengubah
paradigma (mindset) seseorang. Jika mindset orang tersebut tidak merugikan
siapapun itu bukanlah menjadi suatu masalah. Tetapi jika paradigma seseorang
itu salah dan dapat merugikan orang banyak maka kita tidak salah jika merubah
pandangan tersebut. Kita mengubah paradigma seseorang tersebut dengan
menunjukkan landasan-landasan yang benar dan menunjukkan akibat-akibat dari
pemikirannya yang salah.
4.
Apakah
cinta sejati menurut anda?
Jawab:
Cinta sejati adalah
cinta pada dzat Illahi rabbi yang telah menciptakan kita dengan segala
kesempuranaan design, dengan cinta yang luar biasa dan kasih sayangnya yang tak
terhingga. Wujud cinta kita kepada Allah SWT Adalah dengan melaksanakan segala
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dengan rasa ikhlas.
Tanggapan saya:
Cinta
sejati menurut tanggapan saya adalah cinta kepada ALLAH SWT. Karena segala
sesuatu yang kita cintai didunia ini adalah dengan berlandaskan cinta kita
kepada ALLAH SWT. Kita mencintai Ayah Ibu kita karena ALLAH SWT, mencintai
pasangan kita karena ALLAH SWT dan mencintai apapun yang ada didunia ini
berlandaskan cinta kita kepada ALLAH. Maka dari itu hanya karena ALLAH SWT lah
cinta sejati itu ada.
5.
Bagaimana
caranya berfilsafat yang baik agar tidak menimbulkan mitos?
Jawab:
Jika mitos diartikan sebagai
kesalahan, berhenti, atau ketidaktahuan. Maka, agar dalam berfilsafat tidak
terjadi mitos kita harus mengetahui bahwa dalam bebasnya berfilsafat tetap
berlandaskan ketuhanan yang dapat mengarahkan pemikiran kita pada jalur yang
benar. Jangan sampai dalam berfilsafat kita tersesat dan melakukan hal yang
salah, karena hal tersebut dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain.
Tanggapan saya:
Saya
setuju dengan pendapat anda bahwa dengan berlandaskan Tuhan maka kita akan
terhindar dari mitos. Denagn percaya kepada Tuhan dan hati maka filsafat yang
kita gapai tidak akan mengarah kejalan yang salah dan menimbulkan mitos. Jika
kita tetap pada landasan Tuhan diatas segala-galanya maka filsafat yang kita
gapai akan mendatangkan ilmu yang bermanfaat bagi diri kita maupun orang lain.
6.
Bagaimana
tanggapan anda tentang hukum karma?
Jawab:
“Hukum karma” itu tidak
jelas dasar hukumnya dan entah siapa yang menciptakan kata tersebut, sejauh ini
beberapa orang mengartikan bahwa hukum karma itu adalah balasan dari segala
bentuk perbuatan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain. Menurut saya
makna yang beredar tersebut hanya ingin memperingatkan kepada kita agar tidak
berlaku semena-mena terhadap orang lain, karena saat orang lain merasakan
kesedihan, penderitaan dan lain sebagainya karena ulah kita maka Allah juga
akan memberikan teguran atau ganjaran kepada kita.
Tanggapan saya:
Benar
adanya jika karma adalah balasan dari segala bentuk perbuatan buruk yang akan
kita terima dalam bentuk kejadian buruk pula yang akan kita alami. Dalam islam
juga tidak mengajarkan bahwa hukum karma itu berlaku, tetapi dalam kenyataanya
apa yang menjadi pengertian dari karma tersebut memang terjadi. Seseorang akan
mengalami hal buruk jika sebelumnya dia pernah melakukan hal buruk. Tetapi saya
pribadi lebih memaknainya sebagai bentuk balasan ALLAH SWT karena sejatinya
ALLAH SWT itu adil terhadap umatnya dan karna itu sendiri hanyalah ungkapan
agar manusia lebih sadar bahwa ketika kita melakukan sesuatu yang buruk masih
ada ALLAH SWT yang maha mengetahui dan bisa saja ALLAH SWT akan membalas
keburukan yang kita lakukan dengan keburukan juga.
7.
Bagaimana
menumbuhkan rasa ikhlas ketika kita mengalami banyak kesulitan dan masalah?
Jawab:
Untuk menumbuhkan rasa
ikhlas saat mengalami kesulitan atas
masalah yang menimpah, hal pertama yang dapat kita lakukan adalah dengan
menyadari bahwa semua masalah yang ada adalah cobaan bagi kita. Dimana jika
kita dapat melewati semua bentuk cobaan itu maka bertambah kuatlah iman kita,
melakukan segala sesuatu dengan ikhlas adalah awal dari kemudahan.
Tanggapan Saya:
Saya
setuju dengan pendapat anda dan saya ingin menambahkan selain kita harus
menyadari bahwa semua yang terjadi adalah cobaan, kita juga harus banyak
berserah diri pada ALLAH SWT. Cobaan yang kita terima adalah bentuk kasih saya
ALLAH SWT kepada kita dan kita harus tahu bagaimana caranya bersyukur atas hal
tersebut.
8.
Mengapa
kita hidup?
Jawab:
Kita diciptakan Allah
dan hidup dimuka bumi adalah untuk menjadi seorang khalifah, melakukan segala
kebaikan dan menjaga semua hal yang ada dimuka bumi ini. Allah tidak menyukai
orang-orang yang melakukan kerusakan, maka teruslah berbuat baik karena
semulia-mulianya perbuatan adalah perbuatan baik yang bermanfaat bagi orang
lain.
Tanggapan saya:
Saya
sependapat dengan anda yang mengatakan bahwa kita sejatinya adalah seorang
khalifah. Dan tugas seorang khalifah adalah menjadi pemimpin setidaknya untuk
dirinya sendiri dan melakukan kebajikan atas nama ALLAH SWT. Dan mengapa kita
hidup dibumi yang indah ini gunanya adalah untuk mengelola isi bumu dan alamnya
agar bermanfaat untuk sesama. Maka ALLAH SWT akan melihat para khalifahnya yang
benar-benar melakukan tugasnya dengan baik atau tidak.
9.
Bagaimana
anda membangun filsafat?
Jawab:
Membangun filsafat
dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya meningkatkan pola pikir dan
keingintahuan kita terhadap sesuatu hal yang direlialisasikan dengan tindakan,
membuat karya filsafat, memperbaiki segala hal yang kurang baik menjadi lebih
baik juga dapat dikatakan membangun filsafat. Contoh sederhana dalam kehidupan
sehari-hari adalah dengan mensintesis pengalaman untuk membangun filsafat.
Tanggapan saya:
Tanggapan
saya membangun filsafat adalah dengan memadukann tesis dan antitesis yang ada
sehingga menghasilkan sebuah sintesis, ketika proses dari memadukan tesis dan
antitesis itu berlangsung sampai menghasilkan sebuah sintesis, maka disitulah
letak dimana kita membangun sebuah filsafat. Dan sejatinya sintesis yang telah
ada akan menjadi sebuah tesis, ketika kita memadukan tesis tersebut dengan
antitesisnya maka akan didapat sintesis lainnya dan begitu seterusnya.
10. Banyak orang yang menjalankan perintah agama karena takut
akan dosa. Padahal mungkin saja alasan mereka tersebut sudah termasuk dosa
karena tidak ada unsur ikhlas. Bagaimana menurut pendapat anda?
Jawab:
Menurut saya, jika kita
menjalankan perintah agama karena takut dosa itu adalah kesalahan besar karena
sejatinya melaksanakan perintah agama itu adalah wajib yang didasari oleh
rasa ikhlas dalam mengamalkannya. Disini
perlu diperbaiki niat yang sudah ada agar kita tidak salah dalam mengamalkan
segala perintah agama.
Tangggapan saya:
Saya
setuju dengan pendapat anda yang mengatakan bahwa menjalankan perintah agama
harus dilandasi rasa ikhlas karena ALLAH SWT. Kita tidak melakukan perintah
agama untuk mengejar pahala tetapi murni karena itu adalah suatu kewajiban dan
sunah-sunah yang ada adalah anjuran Allah dan Rasulnya, maka jika kita ingin
semakin merasa dekat dengan ALLAH SWT dan Rasulullah SAW maka lakukanlah segala
kewajiban maupun sunnah yang ada dengan ikhlas.